fbpx

Konsep mengenai penerjemahan telah lama hadir sejak tahun 1070-an. Secara garis besar, suatu hasil penerjemahan menurut Albrecht Neubert mengatakan, haruslah memiliki suatu hubungan yang ekuivalen dengan sumber asli terjemahan tersebut. Sedangkan menurut definisi yang lebih mendalam lagi, penerjemahan menurut Nida dan Taber, merupakan proses pengungkapan kembali pesan yang memiliki makna dan gaya Bahasa yang paling dekat dari satu Bahasa sumber ke dalam Bahasa sasaran.

Proses penerjemahan adalah prosedur dari langkah-langkah atau urutan perangkat teknis yang digunakan untuk mentransfer makna dari teks dalam satu Bahasa ke dalam teks Bahasa lain (Bahasa sumber ke bahasa sasaran). Proses penerjemahan mengartikan seluruh process bagaimana penerjemah memproduksi sebuah teks dari satu Bahasa menjadi teks dalam Bahasa lain sepadan. Proses penerjemahan bisa digambarkan sebagai: mendekode makna dari bahasa sumber, dan menyandikan ulang atau menerjemahkannya ke dalam bahsa sasaran. Di balik proses sederhana ini terdapat berbagai kegiatan seperti memeriksa tata bahasa, sintaksis, idiom, semantik, dan sejenisnya dari bahasa sumber dan juga budaya penuturnya. Penerjemah membutuhkan pengetahuan mendalam dalam decoding dan kemudian kembali encoding makna dalam bahasa target. Dalam banyak kasus, perlu bahwa pengetahuan penerjemah tentang bahasa sumber.

Berikut ini adalah proses yang biasanya diikuti oleh semua orang untuk memastikan terjemahan yang ditulis dengan baik dan akurat:

  1. Dokumen yang akan diterjemahkan ditugaskan kepada orang yang fasih dengan bahasa asli adalah dokumen yang diterjemahkan ke dalam bahasa tersebut.
  2. Dokumen diedit oleh orang yang fasih dalam bahasa target dan bahasa sumber. Keakuratan, tata bahasa, ejaan, dan gaya penulisan semuanya diperiksa pada tahap pengeditan.
  3. Dokumen ini dibaca ulang oleh orang yang fasih dalam kedua bahasa. Anda juga perlu memeriksa ejaan dan tata letak.
  4. Akhirnya, sebelum dokumen masuk ke klien, dokumen tersebut diperiksa ulang untuk memastikan bahwa terjemahannya benar, tidak ada teks yang hilang dan tata letaknya sempurna.

Penerjemahan terdiri dari mempelajari leksikon, tata bahasa, struktur, situasi komunikasi, dan konteks budaya dari teks Bahasa sumber, menganalisis faktor-faktor tersebut untuk mengetahui makna yang sesuai, dan kemudian merekonstruksi makna yang sama menggunakan leksikon dan struktur tata bahasa dalam situasi komunikasi yang sesuai, dan konteks budaya yang diterima dalam Bahasa sasaran.

Namun, penerjemahan bukanlah pekerjaan yang mudah. Jika bahasa hanyalah sebuah klasifikasi untuk sekumpulan konsep umum atau universal, tentu saja akan sangat mudah untuk menerjemahkan dari bahasa sumber ke bahasa target. Tetapi terjemahan tidak hanya mencakup terjemahan kata demi kata tetapi juga banyak faktor lainnya. Konsep satu bahasa mungkin berbeda secara spesifik dari yang lain. Ini karena setiap bahasa mengartikulasikan atau mengatur kata secara berbeda.

WhatsApp Butuh Bantuan?? "CLICK HERE"