fbpx

"jasa-translate-jurnal-kedokteran-hewan"Jasa Translate Jurnal Kedokteran Hewan, Jasa Penerjemah Jurnal kedokteran Hewan | DI artikel kali ini kita akan sedikti membahas tentang dokter hewan. Apa saja hal-hal penting terkait dokter hewan.

Apa itu Dokter Hewan?

Dokter hewan adalah tenaga profesional medis yang melindungi kesehatan dan kesejahteraan baik hewan dan manusia. Dokter hewan mendiagnosa dan mengendalikan penyakit hewan serta merawat hewan yang sakit dan terluka. Dokter hewan juga memberikan saran kepada para pemilik tentang perawatan hewan dan ternak yang benar. Dokter hewan memberikan pelayanan yang sangat beragam melalui praktik pribadi, mengajar, penelitian, dinas pemerintah, kesehatan masyarakat, dinas militer, industri swasta, dan bidang lainnya.
Saat mengambil sumpah dokter hewan, seorang dokter bersumpah dengan sungguh-sungguh untuk menggunakan ilmu pengetahuan dan keterampilannya “demi kepentingan masyarakat”, dengan cara melindungi kesehatan hewan, membebaskan penderitaan hewan, dan konservasi sumber daya hewan, mensosialisasikan kesehatan masyarakat, dan kemajuan pengetahuan medis.”

Sebelum lanjut, jika saat ini anda sedang butuh layanan jasa translate jurnal kedokteran hewan, jasa penerjemah jurnal kedokteran hewan atau jasa translate jurnal, atau jasa translate jurnal kedokteran, langsung saja menghubungi tim Pro Translasi ya.

Apa pekerjaan Dokter Hewan?

Seorang Dokter Hewan:

• Mendiagnosa masalah kesehatan hewan
• Mem-vaksin penyakit, seperti distemper dan rabies
• Mengobati hewan yang menderita infeksi atau penyakit
• Merawat dan membalut luka
• Menangani patah tulang
• Melakukan operasi kecil hingga kompleks, tergantung pada pelatihan
• Memberikan saran kepada pemilik tentang pemberian makanan, perilaku dan perkembangbiakan hewan
• Melakukan prosedur suntik mati ketika diperlukan
• Memberikan perawatan preventif untuk memelihara kesehatan ternak
• Melakukan uji diagnosa seperti sinar X, EKG, ultrasound, darah, urine, dan feses

Dalam banyak hal, dokter hewan hampir sama seperti dokter anak. Hewan tidak bisa berbicara sama halnya seperti bayi dan anak-anak, dan kebanyakan riwayat klinis diperoleh dari pemilik atau klien, seperti halnya dokter anak yang mendapatkannya dari orang tua si anak. Kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi sangat diperlukan.
Apa yang tidak bisa didapatkan dari riwayat klinis dapat diperoleh melalui indra peraba, penglihatan, dan penciuman. Kemampuan untuk mendengarkan melalui stetoskop dan meraba dengan jari dan tangan akan mengungkapkan banyak temuan fisik. Indra penciuman juga penting dalam mendeteksi bau buah pada napas sapi ketotik, atau bau urea dari napas kucing yang menderita gagal ginjal.
Apa yang tidak bisa dilihat dari riwayat dan pemeriksaan didukung lebih lanjut oleh uji diagnosa seperti tes darah, tes urin, dan tes feses. Dokter hewan sudah terlatih dalam hal laboratorium obat dan parasitologi.
Dokter hewan umum menghabiskan sepertiga hingga setengah waktunya untuk melakukan operasi. Operasi sterilisasi hewan dilakukan di hampir semua kantor praktik dokter hewan. Banyak dokter hewan juga melakukan prosedur ortopedik, menangani tulang, pekerjaan gigi, dan bedah trauma. Pembedahan membutuhkan koordinasi mata dan tangan, serta keterampilan otot kecil yang baik. Pekerjaan dokter hewan hampir sama dengan dokter yang menangani manusia.

Baca juga, jasa translate jurnal kedokteran gigi

Ketika masalah kesehatan muncul, dokter hewan mendiagnosa masalahnya dan merawatnya. Diagnosa yang akurat seringkali membutuhkan tes laboratorium, radiografi, dan peralatan khusus. Perawatan dapat mencakup sejumlah prosedur yang berbeda termasuk teknik pertolongan darurat, meresepkan obat, menangani patah tulang, membantu persalinan, melakukan operasi, atau memberikan saran dalam pemberian pakan dan pemeliharaan hewan.

Untuk mencegah penularan penyakit asing, dokter hewan yang bekerja di bawah lembaga pemerintah mengarantina dan memeriksa hewan yang dibawa dari luar negeri. Dokter hewan mengawasi pengiriman hewan, menguji keberadaan penyakit dan mengelola kampanye untuk mencegah dan memberantas penyakit seperti tuberkulosis, brucellosis, dan rabies, yang mengancam kesehatan hewan dan manusia.
Dokter hewan dalam penelitiannya mencari cara yang lebih baik untuk mencegah dan mengatasi masalah kesehatan hewan dan manusia. Banyak masalah kesehatan seperti kanker dan penyakit jantung, diteliti melalui penggunaan laboratorium hewan yang dikembangbiakkan, dipelihara, dan dirawat dengan seksama di bawah pengawasan doketer hewan.

Banyak dokter hewan yang berprofesi sebagai dosen, mengajar di sekolah dan universitas kedokteran hewan. Selain mengajar, anggota fakultas sekolah kedokteran hewan mengadakan penelitian dasar dan klinis, berkontribusi dalam publikasi ilmiah, dan mengembangkan program pendidikan berkelanjutan untuk membantu para lulusan kedokteran hewan memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru.
Dokter hewan juga bekerja di bidang kesehatan masyarakat. Mereka membantu mencegah dan mengontrol penyakit hewan manusia dan mendukung kesehatan yang baik. Sebagai epidemiologis mereka menyelidiki wabah penyakit hewan dan manusia seperti penyakit bawaan pangan, influenza, pes, rabies, AIDS, dan radang otak. Mereka mengevaluasi keamanan pabrik pengolahan makanan, restoran, dan penyedia air. Dokter hewan dalam program kesehatan lingkungan mempelajari dan mengevaluasi efek dari penggunaan berbagai pestisida, polutan industri, dan kontaminan lain pada manusia dan hewan.
Berbeda dengan kedokteran untuk manusia, dokter hewan umum jumlahnya jauh lebih banyak daripada dokter hewan spesialis. Kebanyakan dokter hewan spesialis bekerja di sekolah kedokteran hewan, atau pusat rujukan di kota-kota besar. Berbeda dengan kedokteran untuk manusia, dimana sistem organ memiliki spesialis medis dan bedah sendiri, dokter hewan sering menggabungkan aspek medis dan bedah dari sistem organ ke dalam satu bidang. Spesialis pada kedokteran hewan banyak mencakup beberapa spesialisasi medis dan bedah yang ditemukan di dalam bidang kedokteran untuk manusia. Di dalam masing-masing spesialisasi dokter hewan, kita akan banyak menemukan pemisahan antara kedokteran hewan besar dan hewan kecil. Beberapa spesialisasi dokter hewan berkembang, beberapa hanya terbatas pada mengajar di universitas, dan beberapa hanya melakukan praktik di lapangan.

Sekali lagi, jika saat ini anda sedang butuh layanan jasa translate jurnal kedokteran hewan, jasa penerjemah jurnal kedokteran hewan atau jasa translate jurnal, atau jasa translate jurnal kedokteran, atau jasa translate lain, kontak saja kami.

WhatsApp Butuh Bantuan?? "CLICK HERE"