Langkah-langkah penerjemahan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Proses atau kegiatan ini merupakan kegiatan integral yang membangun proses penerjemahan. Seperti halnya mengemudikan mobil sebagai “driver”, ada serangkaian kegiatan yang akan membentuk proses mengemudikan, demikian juga halnya dalam proses menerjemahkan.

  • Pada awal proses, perhatian diarahkan kepada pembaca yang akan dituju: kita harus mengenali siapa pembaca kita??? Ketahuilah latar belakang pendidikan, social, dan budaya mereka,minat mereka, dan tingkat kemampuan membaca mereka. Hal ini akan berpengaruh tidak hanya pada bagaimana Anda menerjemahkan tetapi juga pada apa yang akan anda terjemahkan.
  • Kemudian, penerjemah juga bertanya tentang dua pertanyaan pokok:
  1. Apa yang hendak dikatakan oleh pengarang kepada pembaca?
  2. Bagaimana ini dapat dikatakan dalam gaya bahasa yang wajar dan sekaligus sedekat-dekatnya dengan karya asli?
  • Selanjutnya, kegiatan-kegiatan integral penerjemahan yang harus dilakukan oleh penerjemah adalah sebagai berikut:
  1. Menganalisis pesan yang terkandung dalam teks yang akan diterjemahkan, dengan kata lain menafsirkan apa yang dimaksudkan penulis dalam naskah sumber menurut konteks sejarah dan kebudayaan aslinya: setiap kata, frasa, kalimat, alinea harus ditafsirkan lebih dahulu sebelum dapat dialihkan kedalam bahasa sasaran: jadi, analisis meliputi analisis grammatical, analisis semantic (arti referensial dan konotatif),
  2. Mengalihkan unsur-unsur yang terkandung di dalam makna bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran,
  3. Menyusun kembali unsure-unsur yang sudah dialihkan itu menurut kosakata, tata bahasa, dan stilistika yang umum dan wajar dalam bahasa sasaran.
  • Keterampilan-keterampilan penerjemah sebagai arsitek bahasa, menurut Larson dan Smalley, berwujud sebagai berikut:
  1. Melakukan penyusunan kembali tata bahasa
  2. Melakukan penggantian atas perbedaan-perbedaan kebahasaan dan kebudayaan
  3. Memilih padanan-padanan secara efektif
  4. Meng-gaya bahasakan (men-senibahasa-kan)
  • Bathage memberikan langkah-langkah integral penerjemahan yang lebih terperinci lagi, yakni:
  1. Tuning – penjajakan
  2. Analysis – analisi
  3. Understanding – pemahaman
  4. Terminology – peristilahan
  5. Restructuring – penyusunan kembali
  6. Checking – pengecekan, dan
  7. Discussion – pembicaraan.

Penjelasan lebih detail tentang ketujuh langkah ini bisa dibaca dalam buku Seni Menerjemahkan.

Langkah penerjemahan ini juga kami coba terapkan di lembaga kami, Pro Translation. Dapatkan hasil terjemahan dari jasa translate kami, dengan tarif sangat hemat. Serahkan semua pekerjaan terjemahan anda kepada kami, dan dapatkan ketenangan karena telah menyerahkan semua tugas anda pada ahlinya. Kami sangat senang bisa menjadi bagian kesuksesan dari setiap aktivitas anda.