"Jasa Penerjemah"Jasa penerjemah dalam melakukan proses penerjemahan tidak boleh sembarangan. Ada beberapa langkah-langkah yang bisa digunakan, dan harus digunakan, agar hasil terjemahanna bisa memuaskan. Pada waktu jasa penerjemah sudah memasuki kegiatan menerjemahkan, beberapa pentunjuk pelaksanaan berikut ini dapat diingat dan diikuti.

  1. Jasa penerjemah harus berfokus pada alinea atau paragraph dalam kaitannya dengan  seluruh karangan, bukan pada kata atau kalimat.
  2. Tetap hormatilah teks sumber anda. Jangan memberikan tafsiran anda sendiri.
  3. Jasa penerjemah sebaiknya mengunakan kata-kata, frasa-frasa, dan kalimat-kalimat yang sederhana.
  4. Jangan kebeblasan  terbawa keingainan berolah seni sastra supaya pemahaman pembaca  tidak menjadi kabur.
  5. Jasa penerjemah harus menghormati pembaca yang dituju. Jangan terlalu menyederhanakan.
  6. Jika tidak begitu menguasai bahas sumber dan menemukan kesukaran, misalnya dalam hal tenses, hendaknya bertanya kepada ahli bahasa atau kamus yang representative.
  7. Jika teks asli menunjuk kepada suatu barang yang tidak dikenal oleh para pembaca sasaran, maka jasa penerjemah member penjelasan deskriptif pada barang itu.
  8. Peribahasa, idiom, pepatah, majas, dll., di dalam teks aslinya hendaknya diterjemahkan dengan peribahasa, pepatah, majas, idiom, oleh jasa penerjemah. Yang sepadan degan bahasa sasaran.
  9. Pesan-pesan dalam teks asli dialamatkan kepada kalangan pakar atau ahli tetapi sekarang disampaikan kepada siding pembaca yang lebih umum dan tidak homogen hendaknya diedit (disunting).
  10. Semangat atau suasana batin teks asli sejauh mungkin tetap dipertahankan dalam penerjemahan oleh jasa penerjemah. Gaya bahasa yang ramah diungkapkan dnegan gaya bahasa yang ramah; gaya bahasa yang luhur diungkapkan dnegan gaya bahasa yang luhur, dsb.
  11. Terjemahan harus terbaca sebagai karangan asli.
  12. Konsistensi kontekstual diprioritaskan melebihi konsistensi verbal.
  13. Kata benda perlu digunakan apabila penggunaan kata gantinya tidak jelas.
  14. Apa yang implicit perlu dieksplisitkan oleh jasa penerjemah.
  15. Istilah teknis atau istilah asing tentang ukuran panjang dan berat, dsb perlu diterangkan dalam catatan kaki oleh jasa penerjemah. Demikian juga permainan kata, detail-detail dari sejarah, atau perbedaan dari budaya yang ada.
  16. Pertimbangkanlah bahwa kalimat pasif mungkinlebih baik daripada kalimat aktif dalam penerjemahan.
  17. Tanda pisah Inggris (dash) yang artinya sama dengan ”that is to say” diterjemahkan dengan kata yang searti oleh jasa penerjemah , semisal “yaitu” atau “yakni”.
  18. Ungkapan yang dicetak dengan huruf miring untuk mengharkatkannya dalam teks asli juga dicetak dengan huruf miring atau diberi garis bawah oleh jasa penerjemah dalam penerjemahan.
  19. Jika dalam teks asli dijumpai sesuatu yang sungguh-sungguh mendua arti (ambigu), satu alternative perlu diberikan dalam teks terjemahan, dan alternative yang lain diberikan dalam catatan kaki oleh jasa penerjemah.
  20. Jasa penerjemah sebaiknya mengikuti dengan setepat-tepatnya aturan EYD tentang pemakaian huruf (huruf besar, huruf miring), penulisan kata (kata ulang, gabungan kata, kata depan, partikel, kata ganti, angka dan lambing bilangan, bentuk singkat, singkatan, akronim), dan pemakaian tanda baca (tanda titik, koma, tanda Tanya, titik dua, dsb).

Panduan ini yang juga digunakan oleh jasa penerjemah Pro Translation.

So, bagi anda yang membutuhkan jasa penerjemah, langsung saja menghubungi kami, Pro Translation. Kami bisa dikontak di nomor 085-334-098-303 atau di 085-635-202-96. Untuk info lebih jelas tentang kami silahkan dibaca our profile, jasa translate, dan harga yang kami berikan. Kami selalu memberikan pelayanan jasa terjemahan terbaik buat semua customer kami. Kami adalah Pro Translation, jasa penerjemah terbaik.