"gambar jasa penerjemah bahasa"Peranan Bahasa dan Jasa penerjemah bahasa (part.1). “Keseluruhan pengalaman seseorang dibangun di atas pola bahasanya” –Henri Delacroix, Les grandes formes de la vie mentale

Di musim gugur tahun 1786, Goethe melakukan lawatannya yang terkenal ke Itali. Setelah tiga minggu ia di sana, ia menulis dalam buku harannya:

Kita di eropa Utara mengucapkan Selamat malam! Setiap kali kita berpisah di waktu malam. Tetapi orang Itali hannya mengucapkan felicissima notte! Sekali saja, yaitu pada saat hari berganti malam ketika lampu dibaawa ke kamar. Baginya ucapan demikian sama sekali lain artinya. Demikianlah idiom tiap bahasa mustahil dapat diterjemahkan—semua kata, dari yang tertinggi sampai yang terendah, dilandasi kelainan ‘watak, sikap atau keadaan bangsa’.

Pengamatan selintas dari Goethe itu mengandung kebenaran yang mendalam. Setiap kata dalam suatu bahasa merupakan unsur dari satu sistem berpikir yang berbeda dengan sistem berpikir yang lain. Penutur tiap-tiap  bahasa hidup dalam dunianya sendiri; lebih tepat lagi, mereka hidup di dunia yang sama, tetapi mau tak mau memandangnya degan cara yang berbeda. Kata mewakili pola pengalaman. Pada saat suatu generasi mewariskan bahasanya kepada genersi berikutnya, mereka juga menyarankan suatu pola berpikir, melihat, dan merasakan. Bila kita beralih dari dari bahasa yang satu ke bahasa yang lain, tidak ada suatu apapun  yang tidak berubah; tiap orang memiliki susunan syarafnya sendiri dalam otaknya dan tidak  ada dua susunan syaraf yang seluruhnya sama.

Tentu bukan Goethe saja yang melihat hal itu. Setiap orang yang bersentuhan dengan bahasa asing, cepat atau lambat akan mengenalnya. Ahir-ahir ini persidangang di PBB banyak memberikan contohnya. Ketika piagam PBB dirancang, wakil Amerika Latin memprotes ungkapan sovereign euility yang bagi mereka tidak ada artinya; mereka memilih kepribadian negara, sebuah ungkapan yang tidak berarti  bagi semua utusan lain. Ternyata Perancis tidak memiliki kata perwalian,  wakil Cina mengalami  kesulitan menerjemahkan pantia pengarah, dan mereka yang berbahasa Spanyol tidak tahu beda antara ketua dan presiden. Wakil Rusi mendapat kesulitan menerjemahkan gentlemen’s agreemet dan terpaksa mengandalakan kata yang mengginggris gentlemenskoye soglasheniye. Disinilah kemudian pemahaman bahasa diperlukan. Saat kesulitan menyelesaikan permasalahan bahasa, seseorang bisa menggunakan jasa penerjemah bahasa.

Bahasa Rusia penuh degan kata yag menunjukkan ‘watak, sikap, dan keadaan’ orang Rusia. Pengulas Edmund Wilson mengetahui ketika membaca Tolstoi dalam bahasa aslinya. Ia menemukan kata yang indah-indah seperti dozhidat’sya (beroleh sesuatu dengan menantikannya), dan preparyvat’sya (memboroskan uang pada minuman keras), dan pereparyvat’ (mmencambuk setiap orang di sekitarnya). Dan dalam Anna Karenina ia menemukan tidak kurang dar lima belas kata untuk berbagai ungkapan mata.

Bahasa memang mempunyai makna yang terkandung di dalamnya sendiri-sendiri. Makan untuk bisa memahami berbagai macam bahasa merupakan sebuah kesenangan tersendiri yang bisa mendatangkan banyak manfaat. Terkait dengan ini, maka kemudian jasa penerjemah bahasa juga bisa berperan. Peranan Bahasa dan Jasa penerjemah bahasa (part.1)