"jasa penerjemah"Tulisan ini berisi ringkasan terkait apa yang kita butuhkan sebagai pelaku jasa penerjemah yang penulis tuangkan dan rangkum dari ADVANCED TRANSLATION Course di Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Inggris di salah satu kampus negeri dengan jurusan Bahasa Inggris-nya yang sangat terkenal yang ada di kota Malang. Pastinya juga ada tambaha idea tau gagasan yang diberikan penulis dalam tulisan singkat ini. Dan kebetulan juga,penulis adalah salah satu mahasiswa S2 yang mengikuti perkuliahan ini. Penulis juga merupakan pelaku jasa penerjemah.

Menjadi pelaku jasa penerjemah merupakan sebuah pofesi yang ternyata sangat menyenangkan. Kita bisa mendapatkan banyak pengetahuan baru, tantangan baru, ilmu baru, kenalan baru, skill menerjemahkan yang semakin baik, dan pastinya juga uang. Saat berprofesi sebagai jasa penerjemah, kita akan bisa mendapatkan banyak sekali hal-hal baru dari teks yang kita terjemahkan. Maka dari itu, berprofesi dan banyak melakukan penerjemahan akan menjadikan diri kita semakin dinamis.

Untuk menjadi pelaku jasa penerjemah haruslah memiliki pengetahuan, cara, dan juga skill. Proses menerjemahkan dan menjadi penerjemah merupakan skill. Yang namanya skill, kemampuan ini akan semakin terasah dan akan menjadi lebih baik saat sering dipraktekkan dan digunakan. Semakin sering kita menerjemahkan, semakin ahli kita menjadi penerjemah. Hanya memperbincangkan keahlian menerjemahkan tidak akan menjadikan kita seorang pelaku jasa penerjemah yang ahli. So, penerjemah harus sering menerjemahkan.

Sebagai pelaku jasa penerjemah, kita akan berhadapan dengan teks Sumber, yang kemudian akan kita terjemahkan kedalam teks Sasaran. Pelaku jasa penerjemah harus memiliki pengetahuan mengenai bahasa sumber dan bahasa sasaran yang bagus, agar teks yang ingin diterjemahkan bisa dipahami dengan baik dan kemudian bisa ditulis dalam bahasa sasaran dengan bahasa yang baik pula dan mudah dipahami. Pemahaman akan kedua bahasa ini, yakni bahasa sumber dan bahasa sasaran, dalam penerjemahan merupakan syarat mutlak jika anda ingin menjadi penerjemah ataupun pelaku jasa penerjemah. Tetapi jika ditanyakan dari kedua hal tersebut, manakah yang lebih penting antara bahasa sumber dengan bahasa sasaran. Maka jawabannya adalah bahwa bahasa sumber lebih membutuhkan banyak pemahaman jika kita ingin menerjemahkan.

Secara praktis, sebagai penerjemah atau pelaku jasa penerjemah, kita akan menemui tiga macam teks yang memiliki gaya bahasa berbeda. Pun, kita sebagai pelaku jasa penerjemah juga harus aware terhadap hal ini. Tiga macam teks tersebut adalah:

  1. Teks yang highly formal
  2. Teks yang formal
  3. Dan teks yang informal.

Contoh dari teks yang highly formal adalah seperti surat perjanjian, sedangkan untuk teks yang formal adalah seperti teks dalam buku literature ataupun paper ataupun jurnal dan lain sebagainya. Sedangkan untuk teks yang informal, bisa kita dapati seperti teks percakapan yang bahasanya memang informal, disamping juga banyak contoh yang lain. Seorang pelaku jasa penerjemah harus mengetahui hal ini.

Dari ketiga jenis teks tersebut, seorang penerjemah atau pelaku jasa penerjemah harus bisa menyerap makna yang ada dan kemudian membahasakan ulang dalam bahasa sasaran dengan tingkatan bahasa yang setara. Seorang pelaku jasa penerjemah tidak boleh asal dalam menerjemahkan. Pekerjaan penerjemahan membutuhkan kehati-hatian. Inilah tantangan yang harus mampu dihadapi oleh para pelaku jasa penerjemah. Artikel ini berlanjut pada catatan #2 berikutnya.