Jasa interpreter. Bagi anda yang sudah familiar dan banyak berkecimpung dengan dunia interpretasi, pastinya sudah tidak asing lagi dengan dua jenis interpretasi, yakni interpretasi simultan dan interpretasi konsekutif. Pingin tahu itu apa saja, let’s check them out…!

Ada dua macam interpretasi, yaitu interpretasi simultan dan interpretasi konsekutif (bergantian). Di dalam interpretasi bergantian, interpreter mendengarkan dulu ujaran asli sambil membuat catatan. Setelah ujaran asli tersbut selesai, biasanya satu kalimat atau satu paragraph pendek, interpreter mengungkapkan isi dari ujaran tersebut dalam bahasa sasaran. Biasayan panjang ujaran berkisar antara 1 sampai 5 menit. Disini mulai jelas bahwa pembuatan catatan adalah kecakapan penting dalam interpretasi. Catatan ini tidak dibuat dalam bahasa sumber karena jika demikian, interpreter akan bekerja ganda pada saat mengungkapkan isi informasi, yaitu menerjemahkan dulu baru mengungkapkannya. Oleh karena itu, catatan itu langsung dibuat dalam bahasa sasaran. Beberapa interpreter professional bahkan ada ang mengembangkan  system symbol idiogramisnya sendiri. Di dalam system ini mereka langsung merekam gagasan atau isi ujaran pembicara dengan sistemnya sendiri, bukan kata-katanya. Umumnya hasil interpretasinya lebih idiomatic.

Interpretasi simulatan jauh lebih sulit lagi. interpreter tidak menunggu sampai pembicara selesai menyampaikan ujarannya untuk mulai menyampaikan isi suatu ujaran. Ia mulai kerjanya begitu ia sudah menangkap penggalan ujaran yang bisa dimengerti. Penggalan ini bisa berupa frase, klausa, atau kalimat (tetapi ini jarang terjadi). Ini berarti pada saat ia mengungkapkan isi penggalan yang sudah dipahaminya tadi, pada saat yang sama ia harus mendengarkan dan mencatat penggalan berikutnya. Dari sini  terlihat betapa beratnya kerja seorang interpreter simultan. Oleh karena itu, interpreter simultan harus menguasai topic pembicaraan atau wacana yang diinterpretasi. Hal lain yang harus dimiliki oleh interpreter simulatan adalah keberanian dalam hal mengammbil keputusan karena sama sekali tidak ada waktu untuk menimbang-nimbang pilihan kata atau untuk mengingat-ingat idiom tertentu dari bahasa sasaran. Biasanya interpreter simultan bekerja dalam sebuah kotak kaca dilengkapi dengan headphone dan  mikropon. Penundaan keputusan akan mengakibatkan kesulitan untuk memahami dan menginterpretasi penggalan berikutnya. Sementara itu kesalahan interpretasinya tidak bisa diperbaiki sama sekali.

Kesamaan antara penerjemah dan interpreter adalah mereka harus memiliki pengetahuan yang bagus tentang bahasa sumber dan  bahasa sasaran, serta memhami topic teks atau wicara.

Berikut ini adalah syarat-syarat bagi penerjemah dan interpreter yang baik:

>>> Penerjemah

  1. Menguasai bahasa sumber dan bahasa tulisan
  2. Mengenal budaya sumber dan bahasa sasaran
  3. Menguasai topic atau masalah teks yang diterjemahkan
  4. Kemampuan untuk memahami bahasa tulis/ tingkat reseptif
  5. Kemampuan untuk mengungkapkan gagasan secara tertulis/tingkat produktif
  6. Kemampuan untuk menggunakan kamus dan refrensi lainnya

>>> Interpreter

  1. Menguasai bahasa sumber dan bahasa tulisan
  2. Mengenal budaya sumber dan bahasa sasaran
  3. Menguasai topic atau masalah teks yang diterjemahkan
  4. Kemampuan untuk memahami bahasa tulis/ tingkat reseptif
  5. Kemampuan untuk mengungkapkan gagasan secara tertulis/tingkat produktif
  6. Kemampuan untuk mendengarkan, mencatat, dan mengungkapkan isi informasi pada saat yang bersamaan
  7. Kemampuan untuk mengambil keputusan secara tepat (langsung)

Semoga sedikit info ini bisa bermanfaat buat para rekan sekalian. Bagi yang ingin tahu jasa translate dan jasa interpreter yang kami tawarkan, silahkan diklik jasa translate dan jasa interpreter.