translation-agency

terjemahinggris

jasa penerjemah inggris | jasa interpreter jakarta | jasa penerjemah jurnal

Belajar bahasa Inggris merupakan perkara yang gampang-gampang susah bagi sebagian orang, tapi tahukah anda bahwa ada sebagian orang yang semenjak kecil mampu menguasai dan menggunakan bahasa Inggris layaknya seorang native. Orang-orang ini memiliki kemampuan English reading dan writing sama baiknya dengan kemampuan listening dan speakingnya. Kalau kita bertanya lebih jauh kira-kira apa yang menjadi penyebabnya sebenarnya hal ini berkaitan dengan yang namanya language acquisition dan language learning. Language acquisition (pemerolehan bahasa) kalau dalam terma TEFL (teaching English as foreign language) atau dalam linguistics merupakan proses dimana seseorang mendapatkan bahasa secara alami, dan kemudian menggunakan bahasa tersebut sebagai bahasa komunikasi sehari-hari, sedangkan language learning merupakan proses mempelajari suatu bahasa dimana pembelajaran tersebut tidak dilakukan dalam konteks alami, melainkan di kelas pembelajaran, atau di situasi-situasi tertentu. Contoh dari language acquisition adalah seperti saat kita menguasai bahasa Indonesia atau bahasa Jawa (bagi orang Jawa), atau juga orang-orang yang menggunakan bahasa Inggris yang mampu menguasai bahasa Inggris. Contoh dari language learning adalah seperti sebagian besar dari kita yang mempelajari bahasa Inggris di sekolah-sekolah atau kursus.

Sebenarnya istilah language acquisition dan language learning sangat terkait dengan posisi sebuah bahasa apakah bahasa itu sebagai bahasa ibu (first language/mother tongue), bahasa kedua (second language), ataukah bahasa asing (foreign language). Penjelasan lebih dalam tentang ketiga posisi bahasa ini akan dibahas lebih detail dalam postingan kedepan.

Di Indonesia, bahasa Inggris menempati posisi sebagai foreign language. Bahasa Inggris hanya digunakan dalam lingkungan formal pembelajaran di kelas, sekolah, atau kursusan. Jika kita menemukan ada orang Indonesia yang bahasa Inggrisnya bagus, ada beberapa kemungkinan sebenarnya, diantaranya adalah dia diajari bahasa Inggris sejak kecil oleh orang tuanya di rumah dan bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa komunikasi, orang tersebut pernah tinggal lama di luar negeri yang menggunakan bahasa Inggris, orang tersebut sejal kecil berada di lingkungan yang kental bahasa Inggrisnya seperti sekolah internasional, dan factor lainya.

Dalam konteks language learning, ada beberapa faktor yang sangat berpengaruh terhadap berhasil tidaknya seseorang dalam mempelajari bahasa. Faktor tersebut dibagi kedalam factor individu dan factor afektif.

Untuk faktor individu, dibagi menjadi:

1. Usia

Semakin muda seseorang dalam mempelajari bahasa, semakin besar pula kemungkinannya untuk bisa menguasainya. Dan sebaliknya semakin tua, semakin sulit bagi sesorang untuk menguasai bahasa, walaupun usia yang lebih tua memungkinkan seseorang untuk bisa menguasai grammar secara lebih cepat.

2. Kepribadian

Orang yang terbuka kepribadiannya memungkinkan dirinya mampu menguasai bahasa lebih cepat, ketimbang seseorang yang berkepribadian tertutup.